ALAMAT TEMPAT KERAJAAN JIN TERBESAR DI DUNIA
Banyuwangi – Alas Purwo, alas yang memiliki luas sebesar 434
km. merupakan salah satu taman nasional terbesar di indonesia yang
menampung ribuan flora dan fauna di pulau jawa. selain dikenal dengan
cagar alam yang indah. Alas Purwo juga dikenal dengan hutan terangker dan menjadi misteri yang tak terpecahkan hingga saat ini. penduduk setempat percaya bahwa ditempat ini tempat berkumpulnya jin seantero nusantara.

Cerita Kisah Misteri Mistis
Pesugihan Keangkeran Alas Purwo.Karena faktor umur dan
sakit-sakitan, aku di-PHK oleh perusahaan PT. Jagat Raya Abadi, sebutlah
begitu. Uang pesangon yang dibërikan oleh perusahaan itu habis untuk biaya berobat
ke rumah sakit. Kala itu, tahun 1998 awal, belum ada program pemerintah BPJS. Maka
itu, uang yang ada terpaksa digunakan untuk kesembuhanku. Namun, malang
nasibku, uang pesangon habis di rumah sakit, tapi penyakitku tidak sembuh juga.
Duh Gusti..

Dari keuntungan dagang istriku,
maka kami dapat makan tiga kali sehari. Juga bisa membayar rekening listrik dan
rekening air PDAM. Juga membiayai sekolah Nurhayati, anakku di bangku SMA
Partisipan. Sekolah sewasta yang bayarannya terjangkau.Istriku wanita yang setia.
Dia tidak pernah mengeluh dan bekerja keras walaupun kesehatannya juga tidak
prima.
Suka sakit kepala karena migren.
Setiap jam 0.00 dinihari, dia bangun tidur dan memasak nasi uduk, lontong sayur
dan gorengan. Ada tahu, tempe, pisang dan singkong. Selama berbulan-bulan
dagang, alhamdulillah migren istriku jarang kambuh. Jika kambuh, aku yang ambil
aIih berjualan. Anak perempuanku, Nurhayati, membàntu menggoreng dan membuat
nasi uduk. Aku yang berjualan di tepi jalan, kurang lebih 300 meter dari rumah
kami.
Akibat tidak bayar cicilan motor,
akhirnya mendapat surat tarik dan motorku diambil debt collector. Akhirnya aku
secara penuh membantu istriku dagang. Namun belakangan, usaha istriku dapat
saingan. Ada tetangga sebelah yang berjualan juga dan barang jualannya nyaris
sama dengan kami. Maka itu, pembeli terbagi dan usaha kami terancam gulung
tikar. Kalah bersaing dan pembeli makin sedikit.
Istriku Marfuah bingung. Anakku
Nurhayati juga bingung. Sebagai anak kepada orangtua, Nurhayati meminta aku,
bapaknya untuk menjadi sopir angkot atau sopir pribadi perusahaan, karena aku
punya SIM A, sim mobil. Akupun mendengarkan suara anakku. Permintaan anakku itu
kupikir realistis dan masuk akal. Maka itulah, aku mendatangi semua orang yang
kukenal, mungkin butuh sopir pribadi. Juga aku mendatangi bos angkot, mungkin
aku bisa menjadi sopir angkot dengan setorang setiap hari.

Tetapi, mencari pekerjaan sopir
ternyata tak gampang. Dari seribu sasaran yang aku datangi, hanya ada dua yang
menerima. Itupun, hanya bekerja sebulan, setelah itu aku dipecat lagi.
Belakangan aku dengar, Pak Hendra Syamsu, pemilik mobil yang aku bawa,
dikomplin anak-anak dan istrinya, agar tidak menjadikan aku sopir mereka lagi.
Karena semuanya tahu bahwa aku menderita penyakit paru-paru, TBC, tuberkiosis
yang bisa menular. Keluarga Pak Hendra Syamsu tidak mau ketularan penyakitku,
maka itu mereka jauhkan aku dari kehidupan mereka.
Aku sangat memahami hal ini Aku
mengerti bahwa seorang yang berpenyakit TBC akan banyak dihindari orang.Batukku
akan membuat orang ketularan dan semua tidak mau ambil resiko itu. Padahal,
belum tentu penyakit ini dapat menular kepada mereka. Jika percaya adanya Allah
Azza Wajalla, mereka tak akan takut karena penyakit itu datangnya dari Allah.
Jika kun fayakun, kata Allah, tidak terkena, walaupun uap batukku masuk ke
tubuh mereka, mereka tak akan terkena TBC seperti aku.
Tapi ya, sudahlah, demikianlah
kehidupan. Aku ikhlas menerima keadaan ini dan hanya tawakkal, bérserah diri,
bergantung dan berdoa kepada Allah Yang Maha Agung. Sifat pengasih dan
penyayang Allah aku minta dan aku yakin Allah akan memberikan kasih sayang dan
cinta itu kepadaku, sebagai makhluk lemah yang diciptakan oleh-Nya.
Di luar dugaan, aku didatangi Pak
Hendra Syamsu di suatu senja. Kala itu hari minggu, saat libur beberapa hari
setelah kerusuhan Mei 1998. Setelah terjadi pembakaran di mana-mana terhadap
gedung gedung milik orang Cina, mall dan ruko-ruko WNI keturunan cina.
Pak Syamsu mengajak aku ke jawa
Timur, ke Banyuwangi untuk suatu urusan bisnis, katanya. Pak Syamsu memberi
istriku uang yang cukup banyak, juga memberi anakku Nurhayati buat biaya
sekolah.
“Bapakmu akan aku ajak kerja di
Banyuwangi, kalau bapakmu lama di sana, jangan dicari, bapakmu kerja dan uang
untuk keperluan kalian, akan saya berikan setiap bulan, sebagai gaji dari
bapakmu,” kata Pak Syamsu kepada anakku Nurhayati, yang juga didengar oleh
istriku, Marfuah.
Tanggal 25 Desember 1998 kami
berdua berangkat ke Banyuwangi. Aku disenangkan dengan naik pesawat Garuda
Indonesia Airline. Dari bandara Soekarno-Hatta Kota Tangerang, kami terbang ke
bandara Juanda, Surabaya. Dari Surabaya, naik taksi gelap ke Banyuwangi, menuju
selatan yaitu ke Alas Purwo.
“Kita bukannya ke Kota
Banyuwangi, Pak?” tanyaku, lugu.
“Kita bisnisnya di hutan, hutan Alas Purwo, namanya. Yang penting
keluargamu aku jamin nanti, tiap bulan biaya anakmu sekolah dan biaya rumah
tanggamu, aku yang jamin,” kata Pak Hendra Syamsu, serius, dengan senyum yang setengah
tulus.
Di luar pengetahuanku, ternyata Alas Punwo adalah tempat persugihan paling mumpuni di Tanah Jawa. Sama dengan daerah
Tugumulyo yang keramat di kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatena Selatan.
Misteri Tempat Pesugihan Di Taman Nasional Alas Purwo
Pak Syamsu ternyata masuk ke wilayah Goa Astana, goa paling angker di tengah perut hutan Alas Purwo. Karena perusahaannya oleng terancam bangkrut, maka Pak Syamsu disarankan dukunnya untuk melakukan pesugihan di Goa Astana. Bahkan dukun yang dimaksud, menjamin bahwa perusahaan Hendra Syamsu akan bangkit bahkan lebih maju dari pada saat sebeIumnya
Hal itu aku ketahui setelah Pak Syamsu masuk menemui pendeta dan pendeta penguasa Goa Astana menerima Pak Syamsu dalam suatu perbincangan yang serius. Sementara aku mencari tahu di luar itu, berbincang dengan pelaku pesugihan asal Kalimantan barat, Syahrial Arifin yang kukenal di situ. Dari Syahriallah aku tahu bahwa Goa Astana dan goa-goa lain yang ada di tengah Hutan Alas Purwo adalah tempat persuhihan ampuh di Indonesia. Banyak orang sukses dan orang-orang kaya berhasil setelah melakukan ritual persugihan di sini. Cerita Bang Syahrial Arifin, asal sambas, Kalimantan Barat.
Aku tersentak mendengar hal mi. Aku diajak ke Jawa Timur untuk bekerja di bisnis Pak Hendra Syamsu, eh, tidak tahunya, diajak ke Alas Purwo ke tempat persugihan mumpuni di jawa Timur ini. Lha, tugasku untuk apa, apakah hanya menemani Pak Hendra Syamsu atau untuk apa? Tanyaku, dalam hati. Belakangan, jantungku berdetak hebat dan bulu kudukku merinding, di mana Pak Hendra Syamsu telah melakukan penjanjian keramat dengan setan Alas Purwo.
KONSULTASI LANSUNG DENGAN
MBAH DEWOK
